Posts

Showing posts with the label Al-Islam

Salah Kaprah Memaknai Hadis Datangnya Khilafah

Image
Oleh : Ust. Muhammad Ma'ruf Khozin (Narasumber Hujjah Aswaja) Urgensi khilafah dalam ranah politik Islam sebagai simbol pemersatu kaum Muslimin dan lambang kejayaan umat Islam di masa silam memang benar. Para ulama telah memaparka n pentingnya khilafah serta segala hal yang terkait dengannya dalam kitab-kitab mereka. Tetapi lebih penting dari itu, harus dijelaskan pula bahwa khilafah bukan termasuk rukun iman dan bukan pula rukun Islam. Hujjatul Islam al-Ghazali berkata: “Kajian tentang imamah (khilafah) bukan termasuk hal yang penting. Ia juga bukan termasuk bagian studi ilmu rasional, akan tetapi termasuk bagian dari ilmu fikih (ijtihad ulama). Kemudian masalah imamah berpotensi melahirkan sikap fanatik. Orang yang menghindar dari menyelami soal imamah lebih selamat dari pada yang menyelaminya, meskipun ia menyelaminya dengan benar, dan apalagi ketika salah dalam menyelaminya”. (al-Iqtishad fi al-I’tiqad, (Beirut: al-Hikmah, 1994), hal. 200, (edisi Muwaffaq Fauzi al-Jabr). ...

[Tafsir] Masuklah Islam Secara Kaffah

Image
Ngaji.web.id - Bagaimana kecenderungan mufassirin (mutaqaddi-min – mutaakhirin) dalam menyimpulkan perintah memasuki Islam secara kaffah sesuai teks ayat : أدْخـُلوُا فِى السِّـلْمِ كَافَّةً (QS. al-Baqarah : 208)? Jawaban : Kecenderungan Mufassirin dalam menafsirkan perintah masuk Islam secara kaffah ada dua golongan yaitu : 1.    Perintah masuk Islam bagi seluruh umat manusia. 2.    Perintah terhadap umat Islam agar menerapkan syari’at secara penuh dengan segala kemampuannya. المراجع: التفسير الكبير للإمام فخر الدين محمد بن عمر الرازى {ط.دار الكتب العلمية} (يَاأيُّهَا الذِيْنَ آمَنُوا) بِِالألْسِنَةِ (أدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَّةً) أى دُومُوا عَلَى الإِسْلاَمِ فِيمَا يَسْتَأنِفُوْنَهُ مِنَ العُمْرِ وَلاَ تَخْرُجُوا عَنْهُ وَلاَ عَنْ شَرَائِعِهِ .... الى أن قال ... قَالَ القَفَّالُ (كافة) يَصِحُّ أنْ يُرْجَعَ الَى المَأمُورِينَ بِالدُّخُولِ اى أُدْخُلُوا بِأجْمَعِكُمْ فِى السِّلمِ وَلاَ تَفَرَّقُوا وَلاَ تَخْتَلِفُوا - الى ان قال-  وَيَصْ...

Kesesatan Tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Tauhid Asma' wa Sifat

Image
Ngaji.web.id - Salah satu perkara aqidah yang gencar di dakwahkan oleh sebagian kalangan saat ini adalah pembagian tauhid kepada tiga; Rububiyah, Uluhiyah dan Asma` wa shifat. Pembagian tauhid tiga ini dilakukan oleh seorang insan yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Taimiyyah sekitar abad ke-7 Hijriah sehingga perlu diketahui bahwasanya pembagian ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw, para salafush-shalih bahkan para ‘Ulama khalaf yang menjadi rujukan dan panutan ummat Islam sekalipun. Memulai tulisan ini, alangkah baiknya bila kita sedikit menelisik tentang maksud dari tauhid tiga ini yang meliputi tauhid uluhiyyah, tauhid rububiyyah dan tauhid asma` wa al-shifat. 1. Tauhid ar-Rububiyyah Yaitu tauhid yang dimiliki oleh orang Muslim dan orang musyrik. Dalam tauhid ini mengandung tauhid al-Khaliqiyyah (mengi’tiqad Allah Swt sebagai Pencipta), menyatakan Allah Swt penguasa langit dan bumi, dan hanya Allah Swt-lah yang mengurus keduanya. Sekelompok insan ini mendasa...

Dilarang Berfatwa Langsung Dari Al-Qur'an Dan Sunnah Tanpa Kitab Kuning

Image
Ngaji.web.id - Akhir zaman ini banyak Orang-orang yang belum Mumpuni ilmu Agama Islam sudah berani Menghukumi suatu masalah berdasarkan pemikiran mereka sendiri yang mereka dapatkan dari terjemahan satu-dua Hadits Nabi tanpa memandang Kaidah-kaidah yang telah ditetapkan Oleh para Ulama terdahulu.   Padahal keilmuan Orang-orang pada Zaman Akhir(kurun setelah Imam Empat Madzhab) sangat jauh dibanding para ulama terdahulu, orang-orang sekarang banyak yang tidak fair dalam menggunakan hadits, semangat dalam berfatwa hanya dengan beberapa hadits tapi mengabaikan Hadits-hadits lain yang jauh lebih harus dipertimbangkan, Hafal satu dua Hadits saja sudah Berikrar Menjadi Ustadz dan berani meng bid’ah-bid’ahkan suatu golongan Mayoritas, padahal Kalau kita lihat sejarah Para Ulama Salaf, mereka Hafal ratusan ribu Hadits akan tetapi mereka tetap bermadzhab dan menhukumi masalah berdasarkan ijtihad Imam Madzhab.   Jauh-jauh Hari para Ulama sudah memperingatkan kepada Umat untuk Berhati-h...

Kedua Orang Tua Nabi Muhammad Saw Masuk Neraka?

Image
Ngaji.web.id - Sebagian ulama Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa orangtua Nabi Muhammad SAW meninggal dalam keadaan bersih dari kekufuran. Berikut keterangan ulama mengenai keimanan orang tua Nabi SAW, antara lain : 1. Berkata Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawy : “ Nasab Nabi Muhammad SAW suci dari perzinaan Jahiliyah, tidak dilahirkan kecuali oleh pernikahan seperti pernikahan islami mulai dari Adam sampai dengan dilahirkan Nabi SAW oleh ayah dan ibunya ”. Sebagian ulama melakukan pendaliliannya dengan sabda Nabi SAW : لم أزل أنقل من أصلاب الطاهرين الى أرحام الطاهرات Artinya :Senantiasa aku dipindahkan dari sulbi yang suci kepada rahim yang suci juga . Tidak disifati dengan sifat suci kecuali orang yang beriman. [1] 2. Pendalilian bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW, pihak ayah dan ibu sampai dengan Adam dan Hawa adalah suci, tidak yang ada kafir, dengan hadits di atas disebut juga oleh sebagian ulama lain seperti Ibrahim al-Bajury dalam kitabn...