Belum Sah Niat Puasa Ramadhan Yang Hanya Diucapkan Saja

Belum Sah Niat Puasa Ramadhan Yang Hanya Diucapkan Saja
Setelah usai tarawih biasanya imam mengajam makmum untuk mengucapkan niat Ramadhan bersama, tanpa mengajak niat yang sungguh sungguh dalam hati, namun cukup menguapkan niat secara lisan saja. Untuk itu mari kita kaji niat puasa Ramadhan ataupun puasa lain pada umumnya yang hanya dilafalkan saja. 

 Dalam kiatb Bughyah Al-Musytarsyidin disebutkan
فحقيقتها قصد الشيء مقترناً بفعله ، ومحلها القلب ، وحكمها الوجوب ، ومقصودها تمييز العبادة عن العادة ، كالجلوس... للاعتكاف تارة وللاستراحة أخرى ، أو تمييز رتبها كالفرض عن النفل ، وشرطها إسلام الناوي وتمييزه وعلمه بالمنويّ ، وعدم الإتيان بمنافيها ، وعدم تعليقها كإن شاء الله إلا إن قصد التبرك ، وزمنها أي وقتها أول العبادات إلا الصوم ، وكيفيتها تختلف بحسب الأبواب اهـ ش ق.



• Hakikat niat : menyengaja sesuatu dengan disertai mengerjakannya
• Letak niat : dalam hati
• Hukum niat : Wajib
• Tujuan niat : Untuk membedakan ibadah dan kebiasaan seperti duduk untuk I’tikaf dan duduk untuk istirahat atau untuk membedakan derajat ibadah seperti antara ibadah wajib dan sunah
• Syarat niat : Islamnya pelaku, tamyiz, mengerti yang ia niati, tidak mendatangkan sesuatu yang menafikannya, tidak menggantungkannya seperti dengan perkataan Insya Allah
• Waktu niat : Dipermulaan ibadah kecuali dalam hal puasa
• Cara niat : Berbeda-beda melihat bentuk ibadah yang ia niati
Bughyah hal.143


jadi seseorang dalam melasanakan ibadah termasuk puasa maka diwajibkan untuk niat terlebih dahulu karena untuk membedakan ibadah dan kegiatan biasa, dan letak niat harus dalam hati serta dibarengi dengan melaksanakan ibadah itu, kecuali puasa Ramadhan karena dalam puasa ramadhan harus niat malam hari.

Dalam kitab lain juga diterangkan keharusan niat dalam hati:

Al-Allamah Al-Imam An-Nawawi, dalam kitab Al-Majmu’ (II/43) :
فإن نوى بقلبه دون لسانه أجزأه
“sesungguhnya niat dengan hati tanpa lisan sudah cukup”
واعلم أن النية في جميع العبادات معتبرة بالقلب فلا يكفي نطق للسان
“Ketahuilah bahwa niat dalam semua ibadah menimbang dengan hati maka tidak cukup hanya dengan melafadzkan dengan lisan”
Nah, dengan melihat ibarah diatas jelaslah kalau hanya diucapkan maka tidak mencukupi atau tidak sah, Demikian juga dikatakan dalam kitab yang sama (Kifayah al-Akhyar) pada bab puasa

لا يصح الصوم إلا بالنية للخبر، ومحلها القلب، ولا يشترط النطق بها بلا خلاف
Tidak sah puasa kecuali dengan niat, berdasarkan khabar (hadits shahih), tempatnya niat didalam hati, dan tidak Syaratkan mengucapkannya tanpa ada khilaf” Keterangan : pada bab Fardhu PUASA ini, mengucapkan niat tidak diSyaratkan artinya bukan merupakan Syarat dari puasa. Dengan demikian tanpa mengucapkan niat, puasa tetap sah. 

Lalu kenapa kita diajarkan untuk mengucapkan niat?
Dalam kitab Al-Wafi Syarah Arba’in An-Nawawi, dijelaskan
ومحل النية القلب؛ فل يشترط التلفظ بها؛ ولكن يستحب ليساعد اللسان القلب على استحضارها

“dan tempat niat dalam hati, tiada disyaratkan melafadzkannya, dan tetapi disunnahkan (melafadzkan) agar lisan dapat membantu hati dengan menghadirkan niat”

Senada diterangkan dalam kitab Nihayah nya

أما التلفظ بالمنوي فسنة ليساعد اللسان القلب
Sedangkan mengucapkan yang diniatkan adalah sunat agar dapat menolong hati.
Nihaayah az-Zain I/18
 
Kesimpulannya, Niat Puasa Ramadhan Itu Wajib dilaksanakan pada malam hari dan letaknya dalam hati, dan bentuk ucapan niat itu adalah sunnah karena tujuan pengucapan/melafalkan niat adalah membantu hati agar dapat menghadirkan niat. Jadi kalau hanya diucapkan namun hati tidak niat maka belum sah dan harus mengulanginya lagi.

Wallahu alam

Comments

Artikel Pilihan

Keistimewaan Malam Nishfu Sya'ban, Malam Pelaporan Amal Dan Penentuan Ajal

Amalan Amalan yang Dianjurkan dalam ber "Maulid Nabi"

Membongkar Teka Teki Sufi(Ahli Tasawuf)