Posts

Hukum merokok ketika Sedang Berpuasa

Image
Puasa adalah menahan makan dan minum yang dimulai sejak fajar sampai masuknya waktu adzan maghrib, akan tetapi di kalangan masyarakat kita terdapat beberapa persoalan tentang bagaimana hukumnya orang yang sedang berpuasa tetapi dia menghisap rokok, yang mana seakan akan rokok itu bukan merupakan wujud dzat, akan tetapi hanyalah asap saja. Hal-hal yang dapat membatalkan puasa salah satunya adalah masuknya sesuatu/’ain (seperti air, minuman atau makanan) melalui beberapa lubang yang terdapat di dalam anggota tubuh yang bisa sampai ke lambung. Nah sekarang pertanyaannya Rokok itu 'ain atau bukan?  Sebelumnya Imam Zayyadi pernah berpendapat bahwa merokok tidaklah membatalkan puasa, karena beliau mengira asap yang dihasilkan dari rokok itu sama saja dengan asap pada umumnya dan tidak termasuk kategori ‘ain, tetapi setelah beliau mengetahui kenyataannya secara pasti bahwa asap yang dihasilkan dari rokok tersebut ada kandungan nikotinnya, maka Imam Zayyadi merevisi pendapatnya...

Hukum Buka Warung Dan Menjual Makanan Siang hari Bulan Ramadhan

Image
Walaupun bulan puasa, ketika kita jalan-jalan di pasar atau mall masih aja ada penjual makanan disiang harai dan kadang pembelinya juga banyak, sebenarnya tinjauan fiqh untuk masalah seperti ini bagaimana? Jelas kalau menjual saja hukumnya boleh boleh saja, namun jika terdapat dugaan kuat bahwa pembeli tersebut akan memakan disiang hari pada bulan puasa itu maka Hukumnya dalah Haram. Keterangan dari kitab : ( وقوله من كل تصرف يفضي إلى معصية ) بيان لنحو وذلك كبيع الدابة لمن يكلفها فوق طاقتها والأمة على من يتخذها لغناء محرم والخشب على من يتخذه آلة لهو وكإطعام مسلم مكلف كافرا مكلفا في نهار رمضان وكذا بيعه طعاما علم أو ظن أنه يأكله نهارا (Keterangan "dari setiap tindakan yang berakibat maksiat") seperti menjual Hewan tunggangan pada orang yang akan membebaninya diluar batas kemampuannya, menjual Budak wanita untuk menyanyi yang diharamkan, menjual kayu pada orang yang akan memakainya untuk alat malaahi, dan seperti orang muslim dewasa yang memberi makanan pada orang ka...

Kenapa Dinamakan Ramadhan?

Image
Sebenarnya mengetahui arti kata Ramadhan tidaklah berpengaruh pada sah atau tidaknya ibadah, bukan pula sunnah atau wajib tapi bisa dikatakan sebagai Tafannunan atau ilmu Pengetahuan yang perlu diketahui, berikut arti dan makna kata Ramadhan ‎( يَجِبُ صَوْمُ رَمَضَانَ ) إجْمَاعًا وَهُوَ مَعْلُومٌ مِنْ الدِّينِ بِالضَّرُو رَةِ مِنْ الرَّمْضِ وَهُوَ شِدَّةُ الْحَرِّ ؛ لِأَنَّ وَضْعَ اسْمِهِ عَلَى مُسَمَّاهُ وَافَقَ ذَلِكَ وَكَذَا فِي بَقِيَّةِ الشُّهُورِ كَذَا قَالُوهُ وَهُوَ إنَّمَا يَأْتِي عَلَى الضَّعِيفِ أَنَّ اللُّغَاتِ اصْطِلَاحِ يَّةٌ . أَمَّا عَلَى أَنَّهَا تَوْقِيفِي َّةٌ أَيْ أَنَّ الْوَاضِعَ لَهَا هُوَ اللَّهُ تَعَالَى وَعَلَّمَه َا جَمِيعًا لِآدَمَ عِنْدَ قَوْلِ الْمَلَائِ كَةِ لَا عِلْمَ لَنَا فَلَا يَأْتِي ذَلِكَ وَهُوَ أَفْضَلُ الْأَشْهُر ِ حَتَّى مِنْ عَشْرِ الْحِجَّةِ لِلْخَبَرِ الصَّحِيحِ (Wajib puasa ramadhan) menurut kesepakata n ulama, puasa ramadhan merupakan perkara yang diketahui secara pasti oleh masyarakat umum. Ramadhan berasal dari kata ...

Sunnah Meletakkan Tangan Dibawah Dada Sebelah Kiri Saat Shalat

Image
Sewaktu shalat berjama’ah di Masjid, biasanya jamaah berbeda-beda dalam cara menaruh tangannnya. nah Bagaimanakah sebaiknya ? Mengenai letak kedua tangan ketika berdiri shalat memang terdapat perbedaan pandangan para ulama. Tersebut dalam Kifayatul Ahyar juz I halaman 113 وَيُسْتَحَبُّ جَعْلُهَا تَحْتَ صَدْرِهِ رَوَاهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ فِى صَحِيْحِهِ وَقِيْلَ يَجْعَلُهُمَا تَحْتَ السُّرَّةِ وَقَالَ ابْنُ المُنْذِرِ هُمَا سَوَاءٌ Dan disunahkan meletakkan kedua tangan dibawah dada, Ibnu Khuzaimah  meriwayatkan  dalam kitab Shahihnya. Dan dikatakan juga: meletakkan kedua tangan dibawah pusar. Dan berkata Ibnu Mundzir: kedua cara itu sama saja, Yang afdhal diletakkan di bawah dada di atas pusat agak condong ke sebelah kiri seperti memegang hati. Caranya adalah memegang dengan tangan kanannya akan pergelangan tangan yang kiri.  Tersebut dalam kitab I’anatut thalibin juz I hal 135: قوله: ووضعهما إلخ) بالرفع، معطوف على جزم رائه، أي وسن وضع الكفين. (قوله: تحت صدره وفوق...

Disunnahkan Baca Shalawat Dan Taradhi Di Sela-sela Tarawih

Image
Sudah Menjadi tradisi bahwa setiap sela-sela tarawih biasanya bilal membaca shalawat dan do'a kepada sahabat nabi atau yang disebut tarodhi/taradhi, dan jika kita melihat hukumnya versi Media non Ahlusunnah pasti tradisi ini ditentang keras. Lalu hukum sebenarnya menurut Ulama Ahlu Sunnah Waljamaah bagaimana? seperti biasa mari kita jawab menggunakan kitab kuning. 1. Disunnah Memisah 2 Shalat Dengan Berbicara/Ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ “ Janganlah menyambung satu shalat dengan shalat yang lain, sebelum kita berbicara atau pindah dari tempat shalat ” Para Ulama dalam kitab kuningnya mengurai sebagai berikut: ويندب أن ينتقل لفرض أو نفل من موضع صلاته ليشهد له الموضع حيث لم تعارضه فضيلة نحو صف أول فإن لم ينتقل فصل بكلام إنسان Disunnahkan berpindah dari tempat shalat pertama karena akan melaksanak an shalat fardlu atau shalat sunnah yang lain, hal ini bertujuan agar tempat yg baru ini ikut menjadi s...

Ulama Salaf Dan Khalaf sepakat Tarawih 20 Rakaat

Image
Setelah kita kaji tentang rakaat tarawih menurut KH. Ali Makshum Krapyak dalam judul Ulama Empat madzhab Sepakat Tarawih Dan witir 23 Rakaat Serta Penjelasan Kesalahan Memahami Hadits Tarawih Witir 11 Rakaat kini juga kita bahas juga rakaat tarawih menurut ulama-ulama salaf. - para ulama’ dalam mazhab Syafi’e (Syafi’iyy ah) mengistinb atkan bilangan rakaatnya seperti berikut: 1) Disebutkan di dalam Mukhtashar Al-Muzani: أَ نَّ اْلإِمَامَ الشَّافِعِ يَّ رحمه الله قَالَ: رَأَيْتُهُ مْ بِالْمَدِي نَةِ يَقُومُونَ بِتِسْعٍ وَثَلاَثِي نَ وَأَحَبَّ إِلَيَّ عِشْرُونَ لأَنَّهُ رُوِيَ عَنْ عُمَرَ وَكَذَلِكَ بِمَكَّةَ يَقُومُونَ عِشْرِينَ رَكْعَةً يُوتِرُونَ بِثَلاَثٍ . “Sesungguh nya Imam Syafi’e berkata: Aku telah melihat mereka di Madinah mendirikan (Shalat Tarawih) denga 39 rakaat, dan aku menyukai 20 rakaat kerana telah diriwayatk an dari Umar. Dan begitu juga di Makkah, mereka mendirikan 20 rakaat dan mengerjaka n Witir dengan 3 rakaat.” 2) Imam Nawawi berkata di dalam...